Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Perang Sino-India


Sulit membayangkan dua negara yang sama-sama mempunyai populasi terpadat di dunia, wilayah yang sangat luas dan saling berbatasan langsung, serta mempunyai ideologi yang berbeda seperti India dan China tidak pernah berselisih.Perang antara India dan China atau yang lebih dikenal dengan Perang Sino-Indian pada 1962, memang luput dari perhatian generasi sekarang. Gema perang tenggelam oleh perang Vietnam-Amerika (sering muncul di felem), Perang Teluk 1 dan 2 dan juga PD II (juga karena pelem). Perang Sino-Indian sama sekali tidak pernah didengar sebelumnya, sampai sekarang.

Yang menarik dengan perang antara India vs Cina ini adalah cara berperang mereka dan lokasinya (dipegunungan tinggi Himalaya). Perang berlangsung ketika People Liberation Army (PRC-China) menyerang patroli pasukan India disekitar perbatasan yang diperebutkan kedua belah pihak di disekitar Arhunacal Pradesh yang diklaim Cina sebagai wilayah Tibet Selatan. Pertempuran meluas sampai wilayah Aksai Chin, sebuah wilayah luas sebesar Swiss!!.

Pertempuran PRC dipimpin oleh Zhang Guohua berkekuatan sekitar 80.000 prajurit, sementara India dipimpin Brij Mohan Kaul. Pertempuran dalam skala besar berlangsung di ketinggian 4250 meter diatas permukaan laut (bener-bener diatas gunung). Keduanya sama-sama tidak bisa menggunakan kekuatan laut maupun kekuatan udara, semua pertempuran dilakukan infantri darat mereka. Sungguh sangat luar biasa.

Hasil pertempuran (katanya) dimenangkan oleh China, dimana korban dari pihak China 1.460 terbunuh atau terluka, sementara dari India 3.128 terbunuh atau terluka. Seaneh dimulainya peperangan, perang Sino-Indian hanya berlangsung antara 10 Oktober-21 November 1962. Cina mengumumkan gencatan senjata sepihak dan menarik pasukannya dari wilayah India yang telah dikuasai.
data pertempuran dapat dilihat di sini.
Bagaimana jadinya kalo konflik India vs China terjadi lagi di era modern seperti sekarang, dua-duanya sekarang menjadi raksasa ekonomi dunia di Asia. Senjata kedua belah pihak sekarang sudah jauh lebih canggih dibanding tahun 1962 dan keduanya baik India maupun China sama-sama mempunyai senjata Nuklir.

Sumber : Diskusi Kaskus

Rabu, 17 Februari 2010

Kapal Selam Pertama Malaysia Tak Bisa Tenggelam


Kuala Lumpur
- Kapal selam pertama Malaysia, Scorpene, buatan Eropa yang diterima pekan lalu, mengalami problem sehingga tidak bisa berenang, kata Menteri Pertahanan Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, Kamis (11/2).

Kapal selam, KD Tunku Abdul Rahman, yang diterima Malaysia tahun lalu merupakan satu dari dua kapal selam yang dikerjakan secara patungan oleh kontraktor Prancis, DCNS, dan Spanyol, Navantia, senilai 3,4 miliar ringgit (961 juta dolar AS).

Nama kapal yang diambil dari nama perdana menteri pertama Malaysia itu dipuji sebagai suatu langkah maju kendati oposisi menuduh adanya korupsi dalam kesepakatan itu.

"Kapal selam itu masih bisa menyelam, namun ketika kami mendeteksi ada kerusakan, kami diimbau agar kapal itu tidak menyelam," kata Menham Ahmad Zahid Hamidi kepada wartawan.

"Bagian yang rusak itu masih memilik garansi, oleh karena itu para pemasok dan kontraktor akan memperbaikinya," kata Ahmad Zahid.

Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, Abdul Aziz Jaafar mengatakan problem pada sistem pendingin kapal selam itu muncul Desember lalu.

"Kami berharap kapal itu dapat menyelam kembali setelah 18 Februari. Kami akan melakukan uji coba kapal selam itu menyelam di laut tropis," kata Abdul Aziz.

Adapun kapal selam kedua, KD Tun Razak -- yang diambil dari nama perdana menteri kedua Malaysia -- diperkirakan tiba di Malaysia dari Prancis pada 31 Mei, kata Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia.

Sesuai jadwal, sedianya kapal selam kedua itu tiba di Malaysia dari Prancis pada akhir 2009 silam.

Kedua kapal selam itu sebelumnya menimbulkan kontroversi sejak kesepakatan ditandatangani pada 2002.

Oposisi Malaysia mengklaim bahwa komisi pembuatan kapal itu sebesar 540 juta ringgit yang dibayarkan kepada orang dekat PM Najib Razak yang menjadi perantara kontrak.

PM Najib membantah adanya korupsi dalam kesepakatan pembuatan kapal selam tersebut.

Kontrak itu disepakati ketika Najib menjabat menteri pertahanan. (ant/sys)

Kesimpulan : Gak usah repot-repot beli yang mahal pake rakit aja dulu !!!

Sumber : Era Baru

Selasa, 16 Februari 2010

Peristiwa Kalabakan

Pembunuhan terhadap komandan Inggris ini terjadi di kampung Kalabakan. Saat itu Kalabakan merupakan perkampungan yang menjadi salah satu pos keamanan daerah tawau yang berdeketan dengan pelabuhan cowie. Ada 2 posisi pertahanan berstelling dikalabakan, polisi setempat dan pasukan militer dari Royal Malay Regiment yang menempati 2 buah gubuk. Pihak Malaysia sama sekali meremehkan kemampuan tempur pasukan Indonesia yang mengakibatkan lemahnya penjagaan dan kewaspadaan mereka di Kalabakan hal inilah yang dimanfaatkan sersan Rebani dan pasukannya untuk memulai serangan terhadap kedudukan musuh di Kalabakan. Hal yang menarik dalam peristiwa ini ikut gugurnya seorang perwira inggris yang coba dicover oleh pemerintah inggris karena takut dipermalukan oleh dunia internasional, perwiranya tewas ditangan pasukan dunia ketiga disaat sedang santai pula. Tapi berdasarkan beberapa catatan sejarah mengenai perwira2 inggris yang tewas di Malaysia bisa diambil beberapa nama antara lain Mayor RM Haddow, Mayor R.H.D. Norman, dan Mayor H.A.I. Thompson, yang pasti pihak Inggris berusaha menutupi nama perwiranya yang tewas dalam kejadian ini, bahkan pihak inggris pun mengarang cerita kepada pemimpin Malaysia Tunku Abdul Rahman yang mengadakan inspeksi bahwa tentara persemakmuran yang tewas di Kalabakan walaupun kalah memberikan perlawanan yang gigih dan pantang menyerah dimana kenyataannya mereka benar2 diserang mendadak dalam kondisi santai dan tidak siap atau istilah inggrisnya "caught with their trousers down". Saat ini pemerintah Malaysia membangun monumen untuk menghormati korban mereka yang gugur disana

Tambahan Info : Pada masa Dwikora Pasukan persemakmuran khususnya Inggris sangat menjaga gengsi dan prestise mereka dimedan tempur, hal ini dilakukan oleh banyak covert operation yang mereka lakukan dimana covert2 operation ini sampai detik ini masih tergolong classified krn tidak semuanya berjalan mulus seperti yang mereka harapkan, bahkan SOP (Standart Operating Procedure) pasukan persemakmuran saat melakukan patroli dan raid mereka selalu sangat berhati2 terutama dalam menutupi jejak2nya, pasukan Indonesia banyak belajar mengenai teknik2 perang hutan yang sangat lihai diterapkan oleh musuh bahkan mereka tidak pernah meninggalkan korban2 dari pihak mereka bila terjadi kontak senjata, biasanya acuan bagi pihak Indonesia bila ada korban dari suatu kontak senjata adalah barang2 atau ransel yang ditinggalkan pemiliknya, hal inilah yang membuat perkiraan terhadap korban pasukan persemakmuran khususnya dari kalangan tentara non-Malaysia sangat sulit karena memang dalam setiap pergerakannya mereka menjaga benar existensinya dimedan tempur